Cetak Uang Baru untuk mengatasi Pandemi Corona

Cetak Uang Baru untuk mengatasi Pandemi Corona

cetak uang baru Badan Anggaran DPR RI diketahui telah mengusulkan ke pemerintah dan Bank Indonesia (BI) untuk cetak uang baru hingga Rp 600 triliun pada pekan lalu. Adapun upaya ini digadang-gadang untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia dari pandemi Covid-19. Seperti diketahui, saat pandemi menginfeksi Indonesia pada 2 Maret 2020. Sejumlah tindakan pencegahan sudah dilakukan, seperti membeli beberapa bahan pangan untuk mencukupi kebutuhan makan di tengah pandemi.

irektur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengungkapkan, ada sejumlah dampak yang terjadi jika pemerintah dan BI cetak uang baru di saat pandemi. “Bisa menekan jumlah uang yang beredar, menurunkan nilai uang yang akan mendorong inflasi, dan juga nilai aset akan menjadi turun,” ujar Enny. Menurutnya, hal yang perlu dipahami oleh masyarakat dari cetak uang baru yakni kelonggaran likuiditas.

Dengan adanya kelonggaran tersebut tidak semerta-merta membuat money press (tekanan nilai uang). Enny mencontohkan, saat Indonesia melakukan pencetakan uang karena ekonomi negara sedang membutuhkan penambahan uang ,maka BI akan menambah uang dan bunganya akan diturunkan. Namun, hal ini akan berdampak pada keengganan masyarakat untuk menabung di bank lantaran bunga yang kecil.

Penurunan nilai uang dikarenakan cetak uang baru

Sementara itu, jika cetak uang baru dalam arti menambah kredibilitas, misalnya pemerintah meningkatkan defisit anggaran atau perlu cetak uang sebanyak Rp 600 triliun, maka akan berdampak pada penurunan nilai uang. “Artinya yang terjadi jumlah output dengan jumlah uang yang beredar itu tidak sama, lebih banyak uang yang beredar, maka nilai uang akan turun,” ujar Enny. Jika nilai uang mengalami penurunan otomatis akan mendorong adanya inflasi. Tetapi, jika jumlah pencetakan uang mencapai nominal yang sangat tinggi, bisa juga memicu adanya hyperinflasi di mana Indonesia sempat mengalami pada masa Orde Lama. “Kalau begitu tidak ada manfaatnya, nanti nilai aset atau nilai uang juga akan turun,” lanjut dia.

Akibat penurunan nilai rupiah

Orang cenderung tidak mencari rupiah karena perihal cetak uang baru. Tak hanya itu, dampak lain yang terjadi jika pemerintah dan BI mencetak uang baru. Maka tidak akan ada orang yang akan menyimpan rupiah. Hal ini dikarenakan, Indonesia bukanlah negara besar. Artinya, saat terjadi krisis orang-orang cenderung lebih mencari dollar AS ketimbang rupiah. “Kalau pun pemerintah cetak uang baru dalam jumlah banyak, maka orang tidak akan mencari rupiah, justru orang akan melempar rupiah,” ujar Enny.

Menurutnya, hal ini menimbulkan kapital outplug, karena ketidakpercayaan pasar. Solusi alternatif di sisi lain, meski belum terealisasi pencetakan uang baru sebesar Rp 600 triliun, Enny mengatakan, Indonesia butuh stimun sistem, karena semua akan kena dampaknya, tidak hanya dari faktor kecil maupun besar. Ia menambahkan, penyelesaian ini tidak hanya satu visi yang bisa menyelesaikan persoalan tanpa ada persoalan lain.  

Cetak uang baru lebih baik dihindari

Kendati demikian, kuantitas cetak uang baru atau fresh money itu betul-betul harus dihindari. Terkait sejumlah dampak yang telah disebutkan, Enny menganggap saat ini persoalan ekonomi yang dialami Tanah Air bukan bersumber dari krisis moneter, melainkan dari sisi ketidakadilan kebijakan fiskal, kelambanan sektor riil, dan lainnya. “Sehingga yang terjadi menjadi pemahaman bersama, kita kan inginnya menjaga kestabilan ekonomi, kalau bisa menjaga stimulus,” kata Enny.

“Semua negara di dunia dengan pandemi ini pasti menghadapi yang namanya ancaman resesi,” lanjut dia. Menurutnya, ketika menghadapi resesi tidak mungkin suatu negara akan menghilangkan fenomena tersebut, namun dapat berupaya bagaimana cara meminimalisir dampaknya. Enny menjelaskan, upaya yang dilakukan bisa dengan ketepatan kebijakan, misalnya mendorong UMKM agar lebih produktif. Meski tergolong dari faktor ekonomi kecil, UMKM dapat efektif dari adanya subsidi listrik yang juga berdampak pada cara bertahan hidup warga-warganya. Sementara itu, untuk perusahaan besar bukan serta-merta tidak punya peran, namun perusahaan besar masih bisa bernapas panjang.

JagoOnline88

Berbagi itu indah, maka dari itu JagoOnline88 sebagai situs jago judi online terpercaya ingin sekali berbagi informasi kepada member-member. Demikian info tentang penangan pandemi corona dengan cetak uang baru. Dari pada panik memikirkan Corona yang sedang marak akan lebih baik jika anda bermain judi online, lebih nyaman dan aman. Ayo tunggu apa lagi, mari bergabung bersama JagoOnline88 dan rasakan sensasi permainan yang mengasyikan dengan hanya deposit sebesar IDR 10.000,-.

Untuk pendaftaran dapat diakses dengan mudah dengan klik REGISTER. Untuk informasi seputar dunia perjudian online mau pun offline bisa cek di info-jagoonline88.com Silahkan share ke teman-teman anda jika anda menyukai artikel ini. Thankyou for reading.


One Reply to “Cetak Uang Baru untuk mengatasi Pandemi Corona”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *